11 Februari 2022 - 13:53
Perhatian Besar Sayidah Zahra sa pada Keluarga Harus Dicontoh

Perhatian Besar Sayidah Zahra sa pada Keluarga Harus Dicontoh

Menurut Kantor Berita ABNA, pada momen peringatan wiladah Sayidah Fatimah az-Zahra sa dan Pekan Perempuan Nasional, pertemuan virtual internasional pertama muslimah pengikut Ahlulbait as dengan para pejabat Forum Internasional Ahlulbait as berlangsung pada Rabu, (26/1).

Ibu Delbar Aksu dari Turki menyatakan dalam pertemuan virtual  ini, "Sayidah Zahra sa memiliki tempat khusus bagi kami para wanita dan di sisi lain adalah panutan bagi kami. Untuk itu, kita dapat mempelajari serangkaian pola dan pelajaran dari kehidupan."

Direktur Beit Al-Zahra sa di Istanbul, Turki ini dengan mengacu pada beberapa pola kehidupan Sayidah Zahra sa mengatakan, "Kesabaran Sayidah Zahra sa adalah salah satu karakteristik yang dapat kita pelajari dalam hidup kita dan dengan semua masalah berat yang dihadapinya ia telah menunjukkan kesabaran yang indah. Spiritualitas menguasai semua posisi dan kehidupan Sayidah Zahra sa. Juga, kebaikan, pengorbanan, dan posisinya terhadap keluarganya adalah penting, dan hidupnya di berbagai bidang adalah teladan bagi kami."

Ditambahkannya, "Hubungan Sayidah Zahra sa dengan Al-Qur'an dan tekadnya untuk mengamalkan Al-Qur'an adalah pelajaran bagi kita, sehingga sebelum itu, tidak ada wanita yang menjadi pelopor dalam mengamalkan Al-Qur'an, dan setiap ayat itu diturunkan oleh Sayidah Zahra ia bertindak berdasarkan ayat itu."

Ketua kelompok wanita Masjid Imam Hussein di Istanbul Turki ini, lebih lanjut menekankan perlunya mempelajari biografi Sayidah Zahra sa. Ia berkata, "Ketika kita memeriksa posisi dan kedudukan Sayidah Zahra sa dalam keluarganya, ia adalah wanita yang menunjukkan betapa besar perhatian dan kasih sayangnya kepada keluaganya. Apalagi dalam kehidupan sekarang ini, yang telah menciptakan celah dalam pondasi keluarga, kita dapat mengambil pelajaran dan teladan yang baik dan indah dari keluarga Sayidah Zahra sa. Keluarga Sayidah Zahra sa adalah salah satu contoh terpenting bagi kita bahwa kita harus mengikuti contoh keluarga ini."

Dia menambahkan, "Sayidah Zahra sa ketika dia ingin menikah, menganggap persetujuan Allah untuk memilih seorang istri. Ketika dia datang ke rumah suaminya, hal pertama yang dia katakan kepada Imam Ali as adalah: "Janganlah kita lupa menjadi hamba Allah hari ini dan memilih sudut rumah kita sebagai masjid." Dalam tindakan pertamanya, ia menyisihkan tempat ibadah khusus di rumahnya. Ketika kita melihat gaya hidup keluarganya, dia tidak melakukan apa pun untuk membuat marah, kesal atau marah suaminya, dan pada dasarnya tidak ada kesalahan atau perilaku yang tidak layak dalam hidupnya."

Delbar Aksu, yang menyatakan bahwa Sayidah Zahra sangat baik kepada anak-anaknya, menambahkan, "Salman Farsi mengutip bahwa ketika saya pergi ke rumah Sayidah Zahra sa, saya melihat Zahra menyalakan kompor untuk memasak makanan dan menyiapkan tepung dengan tangannya. Sambil menggiling gandum untuk menjadi tepung, dipelukannya ada anak. Saya ingin membantunya, Saya berkata, "Entah saya yang merawat bayi dan Anda yang menyiapkan makanan, atau saya yang memasak dan Anda yang merawat bayi." Sayidah Zahra berkata, Saya adalah ibu dari anak saya, itu sebabnya saya merawatnya dan menyiapkan tepung. Apa yang kita pelajari dari ini adalah bahwa diri sendiri harus lebih diutamakan daripada orang lain dalam merawat anak-anak sendiri."

"Ketika kita melihat kehidupan Sayidah Zahra sa ada banyak pelajaran dan manusia tidak boleh meninggalkan anak-anaknya demi dididik sepenuhnya oleh orang lain, dan ini adalah salah satu pelajaran terindah yang kita pelajari dari Sayidah Zahra sa." Pungkasnya.

Pertemuan virtual perempuan Ahlulbait as yang diikuti sejumlah aktivits muslimah dari berbagai negara ini difasilitasi oleh Forum Internasional Ahlulbait as dan juga turut dihadiri oleh Ayatullah Reza Ramezani yang menyampaikan sambutan di awal acara.

Sayidah Fatimah az-Zahra adalah putri Nabi Muhammad saw dari Khadijah al-Kubra sa. Ia juga adalah istri Imam Ali as serta salah seorang dari lima orang yang termasuk dalam Ashabul Kisa'. Penganut Syiah Imamiyah juga meyakini bahwa beliau termasuk sebagai salah seorang dari Empat Belas Manusia Suci.

Sayidah Fatimah sa lahir  pada 20 Jumadil Akhir tahun ke-5 setelah Bi'tsah. Setiap tahunnya pada 20 Jumadil Akhir diselenggarakan majelis memperingati hari wiladahnya oleh umat Islam di seluruh dunia, khususnya dari komunitas muslim Syiah.